Rabu, 22 Maret 2023

Terabainya Bahasa Indonesia di Lingkungan Akademis

Jumat, 09 Desember 2022 | 20:21:03 WIB


/ Metrojambi.com

Oleh: Indah Yulianingsih dan Asmah Cheha

BAHASA merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan pikiran, maksud, dan tujuan pada saat kita sedang berkomunikasi.

Bahasa juga bisa dijadikan sebagai identitas seseorang di setiap daerah maupun negara. Fungsi utama bahasa yaitu sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial.

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki beberapa ragam suku dan budaya, dan tentunya memiliki bahasa yang sangat beragam. Namun, bangsa Indonesia mempunyai bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia telah diikrarkan dalam sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 yang berbunyi “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa dan persatuan bahasa Indonesia”. Saat itulah bahasa Indonesia resmi dikatakan sebagai bahasa persatuan bangsa.

Pada umumnya banyak mahasiswa sekarang menggunakan bahasa daerah dari pada bahasa Indonesia, padahal bahasa Indonesia merupakan bahasa negara yang harus diutamakan.

Di lingkungan akademis masih banyak ditemukan ketidakkonsistenan dalam penggunaan bahasa Indonesia, saat di ruangan kelas mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia, namun pada saat di luar kelas, mahasiswa lebih sering menggunakan bahasa daerah walaupun lawan bicara mereka dari daerah lain.

Padahal bahasa Indonesia memegang peranan yang sangat penting dan harus dipelajari oleh setiap orang Indonesia, namun sebagian besar mahasiswa tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, mereka lebih sering menggunakan bahasa informal atau bahasa daerah.

Karena menurut mereka, dengan menggunakan bahasa daerah, komunukasi tersebut akan berjalan dengan lancar tanpa terkendala. Hal ini disebabkan banyak faktor seperti kurangnya pendidikan bahasa Indonesia bagi masyarakat luas, pengaruh masyarakat yang menggunakan bahasa daerah, dan kurangnya pemahaman tentang status bahasa Indonesia.

Contohnya di kantin, bahasa nasional atau bahasa daerah dituturkan oleh sebagian besar masyarakat yang berada di lingkungan akademis. Hampir setiap orang menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi.

Bahkan yang kita tahu di dalam kantin tersebut tidak hanya berasal dari satu daerah saja, tetapi juga ada mahasiswa dari daerah lain. Meskipun demikian, mahasiswa tersebut tetap menggunakan bahasa daerah seolah-olah mereka sudah terbiasa dengan menggunakan bahasa daerah tersebut.

Menurut saya, saat berkomunikasi boleh menggunakan bahasa daerah tetapi alangkah baiknya kita menggunakan bahasa Indonesia, apalagi di lingkungan akademis, yang dimana lingkungan tersebut sebagai tempat interaksi antar mahasiswa, dosen dan masyarakat lainnya.

Dan sudah selayaknya bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di lingkungan akademis. Mahasiswa harus menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat dalam pengembangan budaya dan ilmu pengetahuan teknologi.

*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi


Penulis: Indah Yulianingsih/Asma Checa
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments